Bagaimana Jika ia Tak Mencintaimu By : Aaliyah Olwen

Aku selalu menunggu pesan darinya. Setiap detik, setiap menit, berharap namanya muncul di layar ponselku. Tapi harapan itu seringkali berakhir sia-sia.

Namanya Arman. Sejak awal aku tahu, mungkin aku hanya satu dari sekian banyak orang dalam hidupnya. Dia tidak pernah benar-benar melihatku seperti aku melihatnya. Tapi aku tetap bertahan. Entah karena bodoh atau karena cinta memang sering membuat orang kehilangan akal.

"Aku sibuk," katanya saat aku mengajaknya bertemu.
"Oh, oke. Mungkin lain kali?" tanyaku, berusaha menyembunyikan kekecewaan.
"Ya, nanti aku kabari."

Tapi pesan itu tak pernah datang.

Aku melihatnya di media sosial, tertawa dengan teman-temannya, mengomentari foto seseorang yang bukan aku. Aku melihatnya hadir untuk orang lain, sementara aku hanya menunggu.

Sahabatku, Lina, pernah berkata, "Kenapa kamu terus berharap pada seseorang yang bahkan tidak peduli kalau kamu pergi?"
Aku tidak tahu. Mungkin karena aku ingin percaya bahwa ada sesuatu di antara kami. Meskipun tipis, meskipun nyaris tak terlihat.

Namun, malam itu, segalanya menjadi jelas. Aku melihatnya di kafe, bersama seorang perempuan yang wajahnya bersinar penuh kebahagiaan. Ia menggenggam tangannya, seperti tak ingin melepaskan. Cara dia menatapnya... ah, aku tidak pernah mendapat tatapan seperti itu darinya.

Aku pulang dengan langkah gontai. Di rumah, aku membuka ponsel dan menulis pesan:

"Aku lelah. Aku tak bisa terus berharap pada seseorang yang tak pernah menginginkanku. Selamat tinggal, Arman."

Kutatap layar ponsel lama sekali sebelum akhirnya menekan "kirim". Aku tidak berharap balasan. Dan benar saja, tak ada balasan.

Tapi untuk pertama kalinya, aku merasa lega. Aku mungkin kehilangan seseorang yang tak mencintaiku. Tapi aku baru saja menemukan kembali diriku sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Makna Dari Menerima Apa Adanya By : "Aaliyah Olwen"

Syair Untuk Ibuku Kau Laksana Bidadari, By : "Aaliyah Olwen"

Tentang Sebuah Hati By: "Aaliyah Olwen"